Kali ini, aku ingin menulis yang bukan kisahku. Bukan melulu kehidupan nyata yang seringkali menipu mereka yang membacanya, seolah-olah hidupku ini tampak dramatis dan happy ending. Bukan!
Ini kisah imajiku, Mungkin yang pertama, Kisah tentang perempuan bernama Senja dan lelaki bernama Timur. Yang keduanya tidak perah bersatu. Bukan karena namanya yang berseberangan, tetapi waktu mereka yang selalu salah.
Senja, nama yang tidak biasa. Bagaimana mungkin ada orang tua yang menamai anaknya "Senja". Senja, memang seorang perempuan yang tidak biasa. Ya, Tidak biasa dengan riuh togkrongan malam, minuman beraroma pekat, atau dandanan berlebihan. Senja itu sederhana.
Sampai suatu waktu, ia bertemu lelaki bernama Timur. Lelaki yang pernah begitu sering mengisi time line jejaring sosialnya. Tapi itu sudah berlalu, beberapa tahun lalu. Mungkin mereka tak akan pernah bertemu, karena Timur berada di ujung barat negeri ini. Sedang Senja, melanjutkan kehidupannya di kota yang berjarak ribuan kilo dari Timur. Mustahil mereka bertemu.
Butuh waktu lama untuk keduanya saling bertegur sapa. Ya walau tanpa suara, hanya via jaringan komunikasi buatan manusia. Kadang Timur memulai percakapan di dunia maya, sekedar bertanya kabar atau yaa.. menunjukkan kepedulian lewat ucapan selamat. Senja, kadang alam bawah sadarnya masih belum terbiasa tanpa TImur, sesekali masuk dalam mimpi, dan yaa,.. itu jadi alasan untuk memulai percakapan dengan Timur.
Di suatu pagi, Senja terbangun oleh karena mimpi. Kelebihan Senja dibanding orang pada umumnya adalah kemampuannya mengingat mimpi. Bahkan mimpi terburuknya ketika ia masih kecil. Malam itu, ia bermimpi bertemu Timur. Setelah sekian lama tak jumpa, agak aneh rasanya memimpikan orang yang sama sekali tidak kita pikirkan. Tapi kenyataannya,,,
Senja: "Hai.. semalam aku mimpiin kamu.."
Timur: "Tentang apa?"
Senja: "Aku melihatmu hendak pergi, menyeberangi lautan luas, entah kemana.. yang jelas kamu hendak bersenang-senang.."
Timur: "Tidak seperti mimpimu, kenyataan hidupku begitu menyedihkan. Bahkan aku tidak percaya akan menemukan cinta. Bingung mau mulai darimana.."
Senja: "Ayu Utami pernah bilang, jangan memulai sesuatu dengan ketakutan,,"
Timur: "masih suka baca novel ya.."
Senja: "sesekali kalau butuh tambahan kosa kata..."
Jarang, ada orang yang mau menuliskan kisahnya dengan masa lalu, ketika ia sudah menjalani hidupnya yang sekarang. Tidak dengan Senja. Menurutnya, bukti bahwa ia sudah benar-benar melepaskan Timur adalah ketika ia selalu ingin tahu apakah Timur sudah bahagia seperti Senja yang bertemu Nirwana. [...] Ste
